bisnis waralaba

Bisnis waralaba merupakan salah satu bisnis yang bisa dibilang merupakan bisnis yang mudah dan cepat. Mengapa mudah dan mengapa cepat? Jawabannya akan didapatkan dalam artikel berikut ini

Model bisnis seperti ini disebut juga sebagai bisnis franchise dimana pihak pemilik modal (franchisee) bekerjasama dengan pemilik usaha (franchisor). Pemilik modal diperkenankan menggunakan merek dagang franchisor.

Telah menjadi rahasia umum bahwa mendapatkan izin merek dagang memakan waktu dan biaya tak sedikit. Teknik dagang pun mengadopsi dari pemilik usaha yang telah lebih dahulu teruji, sehingga tidak pakai lama mencari cara yang membutuhkan kreativitas tinggi agar bisnis dapat terus berjalan.

Baca Juga : Rekomendasi Ide Bisnis Kreatif Yang Simpel Dan Mudah Dijalankan

Sedangkan berdasarkan Hukum Pemerintah indonesia waralaba adalah suatu kerjasama yang salah satu pihak mempunyai hak dalam menggunakan juga memanfaatkan HAKI. HAKI adalah kekayaan intelektual yang milik sang pemilik modal.

Lalu di musim pandemi seperti sekarang, kira-kira bisnis waralaba apa yang dapat diandalkan. Ya utamanya untuk mereka yang mungkin mengalami krisis pekerjaan yang tidak terduga. Dengan sisa tabungan yang ada berharap ada bisnis yang meringankan.

Berikut adalah panduan untuk mengembangkan bisnis waralaba sederhana yang hasilnya boleh dibilang cukup lumayan. Setidaknya dapat membuat asap dapur tetap mengepul. Diharapkan usaha ini berkembang dengan sentuhan kreatifitas.

Pertimbangan Dalam Memutuskan Bisnis Waralaba Yang Tepat

Nah untuk memutuskan bisnis waralaba apa yang cocok tentunya perlu dipertimbangkan berbagai hal sesuai budget juga kondisi masing-masing pemilik modal.

Perhatikan beberapa pertimbangan utama yang perlu dijadikan acuan, seperti:

Modal

Bagi mereka yang memiliki modal berlebih tentunya tidak masalah bila memilih franchise yang sudah memiliki nama besar. Bisnis waralaba dengan nama besar sudah pasti memiliki timbal balik yang lebih besar.

Dengan kata lain, modal yang dibutuhkan untuk menjalin kerjasama bisnis pastinya jauh lebih besar dibandingkan dengan franchise yang masih merintis. Tentunya dalam kondisi krisis saat ini jangan sampai memaksakan diri menjalin kerjasama dengan yang bernama besar.

Meskipun dalam pandangan umum, bisnis waralaba cenderung lebih aman dibandingkan bila seseorang menggelontorkan modal pada bisnis sendiri yang baru merintis tanpa ada pengalaman dan teknik-teknik dagang lainnya.

Namun, tidak sedikit juga yang menjalankan bisnis model begini menderita kerugian. Berbagai faktor dapat menjadi penyebab. Itulah sebabnya, sangat tidak dianjurkan untuk gambling (untung-untungan) dalam menyertakan modal pada bisnis waralaba.

Salah-salah bila hanya mengandalkan keberuntungan, akan menjadi bumerang. Mau untung malah buntung. Maunya asap dapur tetap mengepul, malah otak yang bisa-bisa makin ngebul karena bisnis tidak berhasil.

Jangan merasa gengsi untuk menjalankan bisnis waralaba modal kecil di awal. Salah satu keunggulan menjalankan bisnis ini adalah dapat membuat pemilik modal lebih tenang karena merasa tidak sendirian. Bimbingan dari pemilik usaha akan didapatkan.

Berbagai bimbingan diberikan pada pemilik modal agar usaha waralaba berkembang dan dapat bertahan pada situasi yang sulit. Bahkan dalam pemilihan lokasi dan dekorasi yang tepat agar pembeli merasa memiliki chemistry pun diberikan.

Jadi besarnya modal di awal bukan menjadi jaminan kesuksesan ya. Besar kecilnya modal diikuti keuntungan akan berbanding lurus dengan gigihnya usaha yang dilakukan. Ketekunan dan keseriusan menjadi kunci utama pebisnis.

Yakinlah bahwa dari modal yang sedikit akan berkembang menjadi bukit. Tidak perlu liat ke atas membandingkan dengan mereka yang modalnya besar. Sebelum memutuskan sebaiknya lakukan riset jenis usaha dengan target market di sekitar gerai franchise.

Kekinian

Berbicara tentang suatu bisnis yang berjalan dengan lancar tentu tak lepas dari tren yang sedang terjadi saat bisnis tersebut dibuat. Hal ini pada awalnya memang bagus karena pembeli memang menyukai hal-hal yang sedang tren.

Namun, lama kelamaan ketika tren memudar, bila pebisnis tidak menyesuaikan dengan market yang ada, maka bisnis sangat mungkin gulung tikar. Karenanya tren pada suatu produk sebaiknya tidak dijadikan acuan secara membabi buta.

Carilah bisnis waralaba yang sekarang ini berkembang dan bersiaplah dengan memudarnya atau berkurangnya pembeli saat tren sudah menyusut. Sangat disarankan mencari yang sekiranya akan bertahan lama atau terus dibutuhkan.

Contoh yang selalu dibutuhkan adalah makanan dan minuman. Selagi manusia masih makan dan butuh minum, maka selama itu pula bisnis akan bertahan. Namun, harus disertai kreatifitas yang tak berhenti. Baik dari segi pelayanan, cara pembayaran, varian, dan lain sebagainya.

Sebagai informasi, bisnis kekinian yang marak saat ini, umumnya mengawinkan antara produk makanan maupun minuman dengan order secara online. Jadi pembeli cukup memesan dari rumah, kemudian produk yang dibeli dikirim via layanan ojek online.

Jadi pembeli tinggal duduk manis, produk makanan minuman diantar sampai tujuan, tanpa repot bepergian dan antri. Apalagi masa pandemi seperti sekarang, banyak orang yang memilih untuk stay safe dengan di rumah saja.

Contoh Bisnis Waralaba Kekinian dengan Modal Minim

Berikut ini adalah beberapa contoh bisnis waralaba modal mulai sejutaan saja. Bisnis waralaba kekinian tidak seperti dulu yang butuh modal besar untuk mendapatkan lisensi sebuah produk.

Saat ini bahkan dengan uang sejuta saja bisa mendapatkan kerjasama dalam franchise. Penasaran dengan produk apa yang dapat franchise dengan sejuta saja? Ada Yago Ayam Geprek. Ini adalah waralaba virtual tipe Outlet Ayam Geprek Kimchi.

Selanjutnya ada virtual waralaba juga, yaitu Samwon House. Ini merupakan usaha makanan dan minuman asal Korea yang sedang digemari. Selanjutnya ada K-Drink, yaitu lagi-lagi minuman Korea berupa Gerai aneka minumannya.

Ada juga Lima Warna yaitu Dalgona, Chocolate Signature Drink, dan Boba. Hmm.. Dalgona dan Boba memang tersebar dan diminati dimana-mana. Rupanya untuk franchisenya hanya membutuhkan modal awal sekitar 4 juta rupiah saja.

Cukup terlihat ya bisnis minuman dan makanan ala bintang Korea cukup diminati. Bisnis waralaba macam ini juga tidak memakan banyak biaya. Antara 1-5 juta sudah bisa memiliki franchise kekinian. Kalau pun menderita kerugian tidak akan terlalu menyakitkan.

Baca Juga : Rekomendasi dan Jenis-Jenis Peluang Usaha Sampingan 2021

Selanjutnya ada Rokea dan uga Tigerson Korean Boba. Keduanya kembali menggugah selera para penikmat minuman ringan ala bintang Korea. Masing-masing membutuhkan modal sekitar 4 dan 5 juta rupiah saja.Cukup murah buat yang kantongnya pas-pasan.

Tantangan

Selain berbagai kemudahan yang ditawarkan dengan menduplikasi bisnis orang lain melalui franchise, maka beberapa tantangan juga perlu diperhatikan agar lebih aware saat menjalankan bisnis. Kehati-hatian sangat dibutuhkan oleh para pebisnis.

Di antaranya adalah kesiapan mental saat harus mengalami kerugian. Juga harga bahan baku yang tinggi karena franchise ini diwajibkan untuk membeli bahan baku jualannya dari pusat langsung agar sama kualitas produksinya. Tentu saja tidak akan semurah bila berbelanja bahan baku jualan sendiri ya.

Demikianlah beberapa bisnis waralaba yang tengah marak di tengah krisis atau saat pandemi. Perlu diingat, jangan pernah memutuskan untuk menanam modal pada bisnis ini karena tren yang ada. Musyawarahkan, pikirkan matang-matang, baru putuskan.

Memperhatikan atau mengikuti tren dalam bisnis waralaba tentu saja memang perlu sekali menjadi pertimbangan. Namun jangan juga menjadikan hal tersebut sebagai satu-satunya pertimbangan.

One thought on “Tips Belajar Bisnis Waralaba Agar Cuan”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.