Manajemen bisnis restoran

Hai dalam artikel ini saya ingin menjelaskan sedikit mengenai Apa itu Manajemen bisnis restoran. Dan mengapa anda perlu memanfaatkan manajemen restoran, untuk usaha restoran, cafe, rumah makan, kedai kopi, atau yang sejenisnya.

Hai bukan suatu kemewahan menerapkan Manajemen bisnis restoran untuk usaha kecil dan menengah yang anda miliki. Tidak perlu merasa takut mengikuti prinsip manajemen restoran. Karena tanpa Anda sadari sesungguhnya anda telah menjalankan prinsip-prinsip itu.

Memulai usaha melalui merchant

Disini juga akan menjelaskan kerancuan jargon bisnis kuliner yang mungkin membuat Anda bingung atau terjebak dalam jargon seperti itu. Sementara Anda mengabaikan hal penting yang diperlukan untuk bisnis restoran, cafe, rumah makan, dan kedai kopi anda.

Baik Jumpa lagi dengan saya penulis RubrikBisnis.Com, Hai kami membagikan tips dan tutorial strategi mengembangkan bisnis kuliner serta cara efektif menjalankan usaha restoran dan kafe yang telah terbukti hasilnya digunakan diclub-club.

Kami menerima komentar dari changsun di salah satu artikel, terima kasih pembaca. Saya merasakan kebingungan dan keraguan saat mengajukan pertanyaan itu. Saya bisa saja menjawab dengan sederhana, tentu bisa tetapi saya memahami apa yang diharapkan pembaca mungkin tidak sesederhana. Itu bukan sekedar menterjemahkan kata restoran dalam bahasa Inggris menjadi rumah makan dan kafe menjadi kedai kopi.

Saya sendiri pernah merasakan kejanggalan saat memberikan teklin Manajemen bisnis restoran untuk helm walk. Karena orang lebih memahami jargon bisnis kuliner. Sehingga saya terpaksa menggunakan dua hastag untuk artikel helm work. Yaitu Manajemen bisnis restoran dan Manajemen bisnis kuliner.

Usaha Rumahan DiDesa Yang Banyak Disukai

Walau saat melakukan pencarian kata di google Anda akan menemukan restoran dan rumah makan lebih sepadan untuk menyatakan tempat dimana kita makan atau bersantap. Dan pemilik tempat itu disebut sebagai pengusaha restoran atau pengusaha rumah makan. Google tidak menyediakan referensi kata bisnis seperti pebisnis restoran atau pebisnis rumah makan. Tetapi kenapa kata kuliner sekarang jadi lebih populer?

Sebenarnya kalau kita berpedoman pada kamus besar bahasa Indonesia, kata kuliner mengacu hal yang berhubungan dengan masak-memasak. Kuliner berasal dari kata Perancis bukan bahasa Inggris, untuk memadamkan kata itu dalam bahasa Inggris mereka menggunakan kata Culinary. Dan dari kata itu timbul istilah Culinary, menunjuk sekolah yang menjajarkan seni mengajak di sekolah kuliner ia ternama adalah the Culinary Institute of America. Pada saat merayakan 75 tahun dan sudah membuka kampus regional di Singapura. Pembelajaran di sana menitikberatkan pada keahlian memasak serta mengembangkan menu untuk restoran dan kafe. Tidak heran kampus itu menghasilkan banyak chief sukses.

Cara Mengembangkan Usaha Kuliner Secara Digital Menjadi Bisnis Jangka Panjang

Di Indonesia ada universitas yang membuka jurusan Culinary Bisnis Manajemen Tetapi malah menitikberatkan pembelajaran pada Manajemen bisnis ketimbang keahlian memasak dan menciptakan menu. Bahkan belakangan ini ada yang menyebutkan diri sebagai sekolah bisnis kuliner.

Sejatinya pembelajaran Manajemen bisnis seperti itu merupakan fokus pendidikan di jurusan perhotelan yang menyediakan pembelajaran hingga S2 Master degree dan S3 vs degree dalam bidang hospitality.

Universitas di Indonesia juga sudah ada yang membuka pendidikan S2 seperti itu. Saya bukan seorang S2 atau S3 hospitality yang mau menggugat hal tersebut, tetapi saya melihat suatu eforia dalam penggunaan kata kuliner hingga berkelanjutan menjadi jargon yang mungkin agak bias atas hakikat pembelajaran Manajemen bisnis restoran itu sendiri.

Cara Mengembangkan Usaha Kuliner Secara Digital Menjadi Bisnis Jangka Panjang

Apabila anda tertarik dan berkenan silahkan ikuti penjelasan mengenai konsep industri makanan di bagian akhir artikel ini. Anda tidak akan rugi meluangkan waktu membacanya. Karena merupakan bagian mata kuliah berbobot 3 SKS. Banyak orang tidak memahami restaurant management tetapi mereka membeli dan menggunakan software restaurant management system. Penjual perangkat lunak Itu menjelaskan kepada pemilik restoran apabila menggunakan software itu berarti telah menjalankan restoran manajemen. Ini juga jargon dan pandangan keliru mengenai manajemen restoran yang perlu saya jelaskan dan luruskan dalam artikel mendatang. Jadi pastikan anda sudah menekan tombol subscribe agar tidak ketinggalan pembahasan topik menarik tersebut.

Berikutnya Saya ingin menjelaskan mengenai Resto preneur, ini tanggung jawab saya sebagai pengguna istilah itu. Sebenarnya kalau anda ketik kata tersebut di mesin pencari Google Anda akan menemukan pihak lain sudah menggunakannya. Bukan saya semata tetapi pengertiannya berbeda dengan apa yang saya maksud.

Sukses bisnis restoran akan terwujud apabila ada Sinergi diantara pemilik atau pengusaha restoran dengan pengelola restoran yang menjadi perpanjangan tangan pemilik restoran. Pengelola restoran ini bisa seorang manajer atau supervisor ataupun Kapten. Sampai di sini konsep itu merupakan hal yang wajar dan lumrah terjadi anda pun sebagai pengusaha restoran kecil paling tidak sudah memiliki kapten atau Subway Surf.

Permasalahan timbul apabila pemilik restoran anda hanya menganggap mereka sebagai orang yang menjaga outlet atau kedai, dan anda mengangkat mereka berdasarkan nilai kepercayaan. Bahwa mereka tidak akan berbuat curang. Padahal mereka tidak memiliki kualifikasi dan kemampuan sebagai seorang Resto preneur. Dalam konsep pemikiran saya karena mereka sesungguhnya adalah Mitra bisnis anda. Bagaimana mungkin Anda bermitra bisnis dengan orang yang tidak memahami apa itu bisnis dan bagaimana cara mengelola bisnis? Apakah anda yakin restoran dan perusahaan anda akan maju dan berkembang di tangan orang seperti itu? Anda dapat membaca artikel ini yang Menjelaskan konsep Sinergi resto preneur dan mengenal konsep Resto preneur secara lebih mendalam.

Saya perlu memberi edukasi mengenai konsep Resto preneur karena diluar sana populer istilah foodpreneur untuk menyebutkan diri seseorang yang memulai bisnis di bidang kuliner. Sekali lagi saya tidak mau membantah paradigma itu karena jargon kuliner melekat begitu kuat. Ini menyatakan bahwa seorang pengusaha restoran sejati dikenal dengan sebutan istilah restorate. Setidak ingin menjelaskan istilah restaurateur disini, tetapi saya ingin memberi Anda pencerahan agar dapat memahami dan membedakan semua jargon itu.

Inilah dua kutub pemikiran dan pemahaman yang membentuk paradigma yang berkembang sekarang. Seiring pengalaman dan wawasan kami selama lebih dari dua dekade di bisnis restoran ini, saya akan Jelaskan satu persatu agar anda dapat lebih memahaminya. Berbekal latar belakang akademis di bidang perhotelan kami melihat perkembangan dan permasalahan di bisnis restoran dengan referensi keilmuan dan buku pelajaran. Bukan hanya Berdasarkan pengalaman praktis bergelut, sukses, dan gagal.

Kami menerapkan teori yang telah terbukti berhasil dalam praktik bisnis yang sukses. Apabila Anda membaca semua koleksi artikel di RubrikBisnis.Com maka anda dapat merasakan kehadiran konteks itu dalam setiap konten. Walau kami secara pribadi tidak memiliki bisnis restoran, bukan berarti kami tidak memiliki jiwa kewiraswastaan. Karena sejatinya kami adalah seorang intrapreneur. Yaitu entrepreneurship yang berkembang di dalam perusahaan dan bersemayam dalam diri seorang manajer profesional yang mengelola perusahaan layaknya menjadi bisnis mereka sendiri. Melampaui dedikasi bekerja dan berkarir dalam kehidupannya itulah corak kehidupan.

Tuhan memberikan bakat dan keistimewaan pada masing-masing orang. Tidak harus semua orang menjadi pengusaha, karena menjadi pimpinan perusahaan juga menggemakan kunci kesuksesan bisnis. Seperti pasangan suami istri, seorang entrepreneur pun membangunkan mendampingi seorang entrepreneur untuk bergumul bersama dan melahirkan bisnis yang sukses. Justru dengan wadah RubrikBisnis.Com Inilah Kami ingin mewariskan semua pengetahuan dan pengalaman yang kami serap selama lebih dari dua dekade kepada anda subscriber dan pembaca Setia RubrikBisnis.Com

Sesuai dengan harapan bisa membawa dampak positif baik untuk anda pengusaha restoran dan Cafe. Maupun Anda manajer serta Subway Surf restaurant. Dan kami diantara pemilik usaha dan pemimpin perusahaan diperlukan untuk mewujudkan sukses bisnis restoran dan kafe.

Karena sebagai pemilik usaha anda sebaiknya fokus perihal strategis bagaimana melihat dan merumuskan kebijakan pengembangan usaha dan persaingan. Sementara untuk urusan manajerial dan operasional perusahaan dapat anda serahkan kepada seorang general manager yang akan mengelola dan mengendalikan permasalahan bisnis keseharian. Kami telah menerapkan konsep Sinergi tersebut di beberapa perusahaan besar restoran ternama dan menunjukkan hasil optimal. Sekarang waktunya anda untuk mempelajari dan menerapkan hal tersebut seperti pameo berkata dua kepala dan dua tangan dengan satu hati pasti akan lebih baik hasilnya. Operasional bisnis restoran terbagi dalam dua jenis komersialisasi yaitu restoran di lingkungan hotel dan restoran milik individu. Dimana orientasi bisnis keduanya berbeda.

Contoh Hai d’cafe salah satu otlet dining di Hotel Mulia berbanding dengan The Kitchen at salah satu brand milik grup restoran Ismaya restoran milik individu. Mesti sepenuhnya efisien dan menguntungkan karena tidak ada subsidi biaya yang ditanggung seperti dalam restoran hotel. Perbedaan gaya kepemimpinan tercermin, pada manajer restoran individu dituntut untuk mampu merencanakan dan mengeksekusi keseluruhan aktivitas. Mulai dari aspek operasional, sumberdaya manusia, marketing, hingga keuangan.

Dibanding Manager restaurant hotel yang bergantung pada Departemen terkait di hotel tersebut. Nah itulah pertimbangan waktu saya memilih terjun menjadi management trainer di salah satu restoran, karena sebagai manajer restoran mesti menguasai dan melakukan semua hal tersebut secara mandiri untuk otlet sendiri. Sehingga sudah terbiasa saat kelak menjadi seorang General Manager. Alangkah lucu paradigma yang berkembang sekarang, disebabkan perbedaan pendekatan latar belakang pengalaman bisnis. Dimana belakangan ini banyak pengusaha restoran berasal dari sektor bisnis lain. Seperti berasal dari perusahaan fast moving consumer goods, atau yang biasa disebut perusahaan fmcg di bidang makanan dan minuman.

Dengan orientasi bisnis dan pola berpikir agak berbeda pula Anda bisa baca artikel mengenai perusahaan fmcg yang menguasai bisnis restoran.

Yang belakangan ini terjadi adalah kerancuan istilah bisnis kuliner berkaitan dengan penjualan makanan beku dan penjualan makanan secara online. Saya tidak mengkritik penyebutan bisnis kuliner mereka tetapi mencampuradukkan materi Manajemen bisnis restoran ke dalam konsep bisnis kuliner merupakan hal yang biasa dan tidak sejalan dengan konsep yang sudah saya jelaskan di awal. Itulah perbedaan orientasi bisnis restoran dengan bisnis makanan. Harap Anda pahami agar tidak menimbulkan kerancuan.

Apabila Anda ingin memahami arah perbedaan konsep tersebut silakan baca bagian akhir artikel ini. Saya akan menjelaskan konvergensi diantara bisnis makanan, minuman, dengan bisnis restoran. Sekarang saya ingin menjelaskan hal yang teramat penting untuk Anda berkaitan dengan Manajemen bisnis restoran.

Mengapa anda memerlukan Manajemen bisnis restoran walau anda hanya memiliki usaha kecil seperti rumah makan atau kedai kopi. Dalam kasus pertanyaan diawal artikel sesungguhnya bahkan sudah menjalankan prinsip Manajemen bisnis restoran tanpa menyadari hal itu adalah manajemen restoran. Seperti ikan terlahir bisa berenang tanpa mesti belajar berenang. Tanpa perlu menyatakan teori tapi telah mempraktekkan prinsip bisnis berenang yang dipelajari orang di Sekolah Menengah olahraga. Apa sih Manajemen bisnis restoran keseharian dalam menjalankan usaha restoran dan kafe?

Anda pasti mengatur koordinasi kegiatan operasional produksi dan pelayanan di outlet atau kedai. Anda Merencanakan penyelenggaraan promosi pemasaran untuk menarik perhatian kedatangan tamu serta meningkatkan penjualan, merekrut, melatih, serta memotivasi karyawan agar mampu bekerja optimal. Menganalisa trend penjualan dan menyusun perkiraan pembelian bahan baku. Mengendalikan keuangan masuk dan keluar agar semua tagihan bisa terbayar. Semua kegiatan yang berhubungan dengan kelangsungan bisnis. Anda melakukan semua hal itu agar sumberdaya bisnis yang anda miliki dapat bermanfaat secara efisien dan optimal untuk mencapai sasaran bisnis serta keuntungan yang anda harapkan. Jadi anda sudah melakukannya tanpa perlu menyebutkan konsep dan istilah yang rumit walau anda sudah mempraktikkan secara otodidak.

Sebaiknya Anda mempelajarinya secara konseptual yang terstruktur agar anda dapat lebih memahami serta mendayagunakan secara optimal. Sehingga bisa menjadi kekuatan landasan pola berpikir anda dalam berbisnis dan dalam melakukan terobosan kompetitif di bisnis restoran dan kafe.

Mengapa perusahaan besar menerapkan Manajemen bisnis restoran? Perusahaan besar skala industri yang memiliki berbagai Konsep restoran dan memiliki banyak outlet yang tersebar di berbagai kota di Indonesia. Mereka menjalankan bisnis secara efisien, menggunakan Manajemen bisnis restoran dalam mengelola semua Lini operasional yang kompleks. Karena pemborosan Rp100 persatuan barang dapat berdampak hingga ratusan juta rupiah perbulan. Sebanding jumlah unit yang mereka hasilkan. Sebaliknya uang ratusan juta juga dapat mereka simpan apabila bisa menemukan cara menghematnya.

Setiap aktivitas perusahaan merupakan tantangan dan peluang bagi mereka. Semua individu dalam organisasi diarahkan untuk bekerja bersama menuju pencapaian suatu tujuan besar yang sudah dicanangkan. Semua berjalan simultan dan sinergis demi mewujudkan angka target yang disepakati. Kekuatan mereka menjadi keunggulan bersaing, mereka agresif menguasai, dan mendikte pasar, serta menggilas restoran kecil yang tidak cerdas mengurus dan mengembangkan usaha tradisionalnya.

Mengapa perusahaan kecil dan menengah juga perlu Manajemen bisnis restoran? Perusahaan skala besar itu pernah mengalami masa tumpang tindih sistem manajemen mengikuti perkembangan ekspansi bisnis. Mereka mesti melakukan penataan ulang setiap penambahan lima hingga sepuluh otlet atau saat roda bisnis mereka terasa berat akibat sarat permasalahan dan kerugian. Sebagai pengusaha restoran skala kecil dan menengah Anda justru dapat menata sistem manajemen perusahaan anda lebih baik dari awal dengan mempersiapkan infrastruktur yang diperlukan untuk mengantisipasi ekspansi perkembangan bisnis anda. Rencana strategis pengembangan bisnis anda merupakan model dan kerangka bekerja dalam menata dan membenahi.

Proses bisnis apa saja yang terkait kegiatan operasional Human Resource marketing Financial di perusahaan anda? Mulailah persiapkan dan tata Manajemen bisnis restoran dan kafe anda sebagai prioritas rencana kerja tahun ini! Anda akan merasakan produktivitas dan efisiensi yang berbeda dibanding aktivitas serabutan yang selama ini berjalan di perusahaan anda.

O.k Sekarang mari kita pelajari konsep industri makanan. Makanan yang tersaji di piring makan Anda adalah hasil proses dua mata rantai. Yaitu penyedia fabrikasi makanan dan penyedia jasa pemasakan bahan makanan. Contoh kentang goreng terdiri dari mata rantai yang produksi kentang. Mulai dari proses tanam hingga siap dijual di Pasar, disebut sebagai manufaktur makanan. Dan rantai yang memasak kentang itu entah di restoran atau fasilitas tempat makan lain disebut sebagai penyedia makan. Rantai manufaktur makanan bermula dari hasil bumi, yaitu Pertanian, Peternakan, dan perikanan yang merupakan varietas unggul, hasil pengembangan riset dan teknologi dalam menciptakan produk berkualitas terbaik dalam waktu panen yang optimal. Didukung dengan bibit unggul dan pakan serta pestisida yang aman agar dapat dipanen secara intensif menggunakan permesinan. Supaya hasil panen dapat diproses sempurna kemudian dikirim ke pabrik untuk proses pengolahan dan pengemasan ataupun pembekuan. Hingga akhirnya produk itu diperkenalkan dan dipromosikan agar masyarakat mau membeli saat tersedia di pasar tradisional dan di pasar modern.

Sekarang kita lihat Fasilitas apa saja yang ada dalam sektor penyedia makanan. Tadi kita sudah bahas mengenai restoran yang berada di hotel dan restoran individual seperti McDonald. Kemudian catering komersial untuk acara di gedung pertemuan, maupun acara pribadi di rumah. Fasilitas penyediaan makan untuk pasien inap di Rumah Sakit, maupun kantin rumah sakit untuk tenaga medis atau pengunjung yang datang di tempat makanan yang tersedia di sekolah, kampus, maupun perkantoran. Baik berupa kantin Pujasera atau restoran. Fasilitas penyediaan makan untuk militer atau pelayanan sosial seperti Panti Jompo.

Dari penjelasan ini anda bisa pahami bahwa penerapan Manajemen bisnis restoran menjangkau hingga ke bisnis catering, dan fasilitas Rumah Sakit. Ibu Wulandari Harsono cofounder helm work sebagai contoh. Beliau memiliki pengalaman dibidang catering dan rumah sakit. Ini adalah salah satu artikel beliau silahkan baca bagi yang belum sempat.

Manajemen bisnis restoran tidak berkaitan sama sekali dengan bisnis makanan beku, e-bisnis, frozen food. Tetapi merupakan bagian manufaktur makanan karena pemasaran dan penjualan produk tersebut adalah di pasar. Baik pasar tradisional, pasar modern, ataupun pasar online. Sedangkan konsep foodservice adalah penjualan atau penyajian makanan matang yang sudah melalui Proses pemasakan yang dijual di outlet, restoran, kantin, Pujasera, ataupun catering.

Saya ingin menuntaskan artikel ini dengan menjelaskan bahwa bisnis makanan beku yang termasuk dalam menyelesaikan bisnis restoran hanya sebatas produk yang memang tersedia dalam buku menu restoran itu. Bukan pengembangan produk baru, khusus untuk bisnis Frozen food sejak berlaku pembatasan operasional. Restoran pada masa pandemic Vietnam intense memukul bisnis Restoran. Dimana penjualan pendapatan menurun drastis, sehingga pengusaha restoran dan kafe mengalihkan penjualan makanan minuman melalui penjualan makanan beku di pasar online serta penjualan makanan minuman melalui proses jasa pesan melalui seluler.

Penjualan makanan beku maupun pengantaran pesanan seluler dilakukan untuk mencapai tiga tujuan bisnis. Yaitu untuk mengembalikan pendapatan penjualan yang hilang, memberikan kesempatan pelanggan tetap dapat menikmati makanan dan minuman favorit, dan untuk mempertahankan loyalitas terhadap merek restoran dan kafe tetap melekat di hati pelanggan, walau mereka tidak berkunjung.

Dengan semua penjelasan ini apakah masih ada keraguan atau kerancuan mengenai bisnis restoran? Silahkan tulis di kolom Comment di bawah. Apabila anda merasa artikel ini bermanfaat bagikan kepada teman agar mereka juga memahami hal ini. Kami juga memiliki artikel menarik lainnya seperti yang ini. Silahkan baca koleksi artikel kami untuk menambah wawasan dan membangkitkan inspirasi anda dalam mengelola bisnis restoran dan kafe.

Read More: Simak! Ide Bisnis Otomotif di Indonesia yang Menjanjikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.